Menurut pengalaman yang saya alami dan informasi yang saya ketahui, untuk membentuk anak agar tidak menjadi egois adalah sebagai berikut:

  1. Jangan selalu menuruti kamauan anak. Tangis adalah ekspresi ketidaknyamanan di samping protes dan marah. Biarkan sesuatu berjalan alami. Kadang kita perlu membiarkan anak menangis untuk sementara waktu, sebelum kita menghentikan dengan memenuhi kebutuhannya sehingga anak terbiasn untuk menunggu dan terlatih untuk lebih sabar.
  2. Ajak anak kita untuk bergaul dan bersosialisasi dengan sesamanya. Konflik yang terjadi misalnya seperti merebutkan mainan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendidik. Tentunya dengan syarat tidak terlalu membela anak kita. Bila anak kita salah, maka ajarkan yang benar dengan penuh kelembutan. Jelaskan semampu kita, meski mereka belum tentu dapat menangkap penjelasan dengan balk karena berusia sangat muda.
  3. Latihlah anak ki,a untuk memberi seperti makanan kecii lewat tangan mereka sendiri kepada teman-teman sebayanya dan untuk berinfak di masjid.
  4. Hargai anak kita meski masih sangat kecil dan orang-orang di sekitar kita seperti saudara ipar, orang tua dan pembantu karena itu akan mengajarkan dia untuk menghargai orang lain.

(Sri Darwati, di Belakang SD Pekaumankulon RT 04/01 Dukuhturi Tegal – 52192)

 Sumber : Majalah Bulanan Ummi Th. 2000 dalam Rubik Perigi