Kebijakan penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas pemerintah. Sesuai dengan amanat UU nomer 25 tahun 2000, tentang Propenas, pemerintah menargetkan penurunan angko kemiskinan dart 19 % (38,7 Juta Jiwa) menjadi 14 % (26,8 Juta Jiwa) hingga sekarang ini, melalui 2 (dua) strategi pendekatan yakni;

pertama mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin, dan

kedua meningkatkan pendapatan penduduk miskin melalui pengembangan usaha produktif.

Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Raskin

Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Raskin

Untuk itu program beras untuk keluarga miskin (Raskin) merupakan satu upaya pemerintah untuk membantu mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin. Melalui program tersebut yang didukung program bantuan penanggulangan kemiskinan lainnya diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dalam peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial rumah tangga. Dengan demikian program Raskin merupakan program tranfer energi yang dapat mendukung program lainnya seperti perbaikan gizi, peningkatan kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan dan peningkatan produktifitas keluarga miskin.

Program Raskin perlu direncanakan secara bersama antara Pemda selaku pelaksana program dan masyarakat selaku penerima manfaat serta melalui program ini dapat dikembcngkan prinsip-prinsip pemberdayaan di daerah.
Hal ini dalam rangka operasional pelaksanaan program Raskin di lapangan, maka memerlukan dukungan barbagai institusi dalam kesatuan komitmen sehingga dapat terbangun sinergi untuk keberhasilan program. Selanjutnya untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan program di daerah, maka perlu diterbitkan Surat Keputusan Bupati Brebes No. 511.1/00191 tahun 2004 tentang Pembentukan Tim Monitoring don Evaluasi, serta Petunjuk Teknis Pelaksanoan Program Raskin sebagai dasar pegangan bagi para pelaksana program di daerah.

Selanjutnya, kebijaksanaan subsidi pangan terarah ( Targeted Food Subsidy) berupa transfer pendapatan (Income Transfer) dalam bentuk barang dinilai masih sangat diperlukan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin. Program beras untuk keluarga miskin sebagai implementasi kebijakan subsidi pangan terarah merupakan upaya peningkatan Kesejahteraan Sosial oleh Pemerintah terhadap keluarga miskin. Efektifitas pelaksanaan program perlu terus ditingkatkan guna membantu penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin.

Secara vertikal, program Raskin akan berdampak poda peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga. Secara horisontal, Raskin merupakan bentuk transfer energi yang mendukung program
perbaikan gizi, peningkatan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan yang pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas tenaga kerja.

Dan tujuan Raskin adalah untuk memberikan perlindungan Kepala Keluarga Miskin melalui bantuan beras bersubsidi guna memenuhi kebutuhan gizi dan mengurangi beban pengeluaran keluarga pada jumlah yang telah ditentukan dengan tingkat harga tertentu. Sedang sasaran Raskin terbantunya dan terbukanya akses pangan keluarga miskin dengan bahan pangan pokok (beras), pada tingkat harga bersubsidi di tempat dan jumlah yang telah ditentukan dimana setiap KK disediakan beras maksimal 20 Kg/bl dengan harga Rp. 1.000,-

Melalui rapat evaluasi dan sosialisasi Raskin baru-baru ini di OR Setda yang dipimpin Asisten II Sekda diwakili Ymt. Kabag Perekonomian Setda Umar Sidik, SE mengungkapkan, bahwa untuk kegiatan Raskin tahun 2005 masih ada kegiatan yang dirasa menyimpang dari program, yaitu adanya beras Raskin yang dijual dan dananya untuk membiayayai pembangunan sarana dan prasarana, hal ini tidak dibenarkan dan adanya satu desa yang belum lunas HPB (hasil penjualan beras) sampai Januari 2006 akan menjadikan catatan bagi Tim Raskin tingkat Kab. Brebes, untuk itu Umar Sidik mengharapkan kegiatan Raskin tahun 2006 harus berjalan aman, lancar dan sukses tanpa adanya penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita harapkan bersama.

Untuk Raskin tahun 2006 akan mengalami penurunan, hal tersebut berdasarkan Surat Gubenur Jateng No. 511 / 199 tanggal 13 Januari 2006 periahal Pagu Raskin. Untuk penyaluran Raskin di Kab. Brebes akan dilaksanakan 10 (sepuluh) bulan mulai Januari hingga Desember 2006 dengan meniaclakon 2 bulan penyaluran yaitu Maret dan September karena pada bulan tersebut terjadi panen raya. Dan penyaluran Raskin alokasi Pebruari 2006 dimulai tanggal 20 Pebruari hingga 6 Maret 2006 dengan alokasi masing-masing desa.

Seperti yang telah berjalan, penetapan rumah.tangga miskin (RTM) penerima Raskin harus melalui rembug desa, dan sekarang ini mengacu pada data BPS penerima bant4an langsung tunai (BLT) tahap I dengan prioritas merangking yang termiskin di antara yang miskin, kemudian data tersebut disyahkan oleh Kepala desa/Lurah dan ketua BPD setempat. Untuk jumlah beras yang diterima rumah tangga miskin 15 Kg/RTM/bulan harus dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah Desa/Kelurahan dilampiri Daftar Penerimaan Manfaat (DPM-1).

Di Kab. Brebes pagu Raskin per bulan sebanyak 1.767.660 Kg dengan jumlah 117.844 RTM ini pengambilan atau penyaluran dari Gudang Beras Bulog 602 Pangkah Kab. Tegal sebanyak 420.750 Kg bagi 28.050 RTM di wilayah Brebes Selatan dan dari Gudang Beras Bulog 605 Cimohong Kab. Brebes untuk wilayah Brebes Utara dan Tengah sebanyak 1.346.910 Kg bagi 89.794 RTM, Diharapkan kepada Satgas untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan Raskin guna menghindari sistem bagi rata, keterlambatan distribusi, kenaikan harga don penyimpangan hasil penyimpangan bras (HPB).

Kegitan Raskin tahun 2006 dapat sukses bila dapat tercapainya TEPAT SASARAN, TEPAT JUMLAH, TEPAT HARGA, TEPAT TIMBANGAN, TEPAT KUALITAS, TEPAT SETORAN HPB don TEPAT ADMINISTRASI. *** EH
PROGRAM BERAS U)VTUK KELUARGA MISKIN

Sumber : Majalah Bulanan Brebes Berhias kolom Kemasyarakatan Tahun 2006 hal. 11