Tag

, , , , , ,

Kabupaten Brebes terkenal sebagai daerah penghasil bawang merah (shallot atau Onion).Pada tahun 1999 produksinya mencapai 2.444.562 kuintal dari lahan seluas 6.578 hektar. Produksi bawang merah Brebes merupakan 77,70 persen produksi Propinsi Jawa Tengah.

Kredit pertanian di kabupaten ini sebagian besar dialokasikan ke petani bawang merah. Pada tahun ini sebanyak 77 milyar Rupiah dikucurkan ke petani bawang merah. Pengucuran dana pinjaman dilakukan lewat LSM (lembaga swadaya masyarakat) ataupun koperasi yang dimilki petani. Sebanyak 18 milyar dana pinjaman telah kembali. Sebagian besar yang belum kembali berasal dari pinjaman yang dikucurkan lewat LSM, sekitar 7,4 persen saja yang kembali yaitu sebesar 970 juta rupiah.

Semula kredit usaha tani atau KUT akan diberikan kepada petani sebesar 21 juta per hektar sawah, namun menurut Bupati Brebes, Tajudin jumlah tersebut terlalu banyak sehingga diberikan sebesar 9 juta per hektarnya. Meskipun ini berakibat terpaksa dia dipanggil untuk menjelaskan alasannya. Ternyata dugaan cukup terbukti dengan banyaknya kredit macet di lapangan.

Masalah kredit ini ternyata berbuntut panjang. Rumor mengatakan bahwa Kepala Kantor Departemen Koperasi dan seorang Kepala Seksi di lingkungan yang sama dimutasikan ke Magelang dan Teqal, disebabkan masalah ini. Hal ini dibantah keras oleh Bupati Brebes, Tajuddin.

“Hebat benar kalau Bupati bisa memindahkan orang. Buat saya lebih suka tetap ada di sini biar jadi bener. Hanya penjahat yang tidak kembali ke Brebes, karena orang Brebes, saya tahu baik-baik semua. Tidak ada yang penjahat” kata Bupati hadapan di anggota DPRD sela-sela acara Rapat Paripurna DPRD mendengar jawaban Pemerintah Daerah terhadap pandangan fraksi-fraksi di Dewan.

Selengkapnya (pdf file) :

ada-apa-dengan-bawang-merah