Tag

, , ,

Jika ingin berjaya, jagalah hanya melihat anak tangga saja, akan tetapi berusahalah menaiki anak tangga tersebut.

Dalam kepayahan hati berbicara. Diri ini harus tabah dan bersedia. Menghadapi kemungkinan yang akan tiba. Kunjungannya tiada diduga.

Kejayaan sebenarnya bukan karena tidak pernah jatuh. Kejayaan yang sebenar-benarnya adalah kesanggupan tegak kembali setiap kali jatuh.

Lidah seorang yang bijak, berada di belakang hatinnya namun lidah pendusta berada di depan hatinnya.

Orang bijak akan selalu memikirkan setiap kata yang akan diucapkan. Lebih baik mulut diam, jika tiada hikmah yang akan diungkapkan.

Apabila ada orang lain  yang bersikap sombong dan menghina kita  akan lebih mulia apabila kita menjadi orang yang selalu memaafkan.

Mengapa kau masih diam menyulam resah di tikar sepi. Mengapa biarkan sepi mengulit diri, sedang masa itu perlu diisi.

Mengapa kau biarkan masa pergi, sedangkan kau tahu masa takkan kembali.

Mengapa kau masih tangisi memori lalu, sedang kau tahu masa tak pernah akan kembali.

Mengapa nikmat sementara yang dikejari, sedangkan nikmat kekal abadi menanti.

Mengapa dunia yang sering kau cari, sedangkan negeri akhirat yang abadi. Mengapa cinta fana yang kau dambai, sedangkan cinta Allah kekal abadi.

Dalam meniti waktu sering kita lupa menilai apakah ini kaca ataukah permata.

Ambillah dari dunia apa saja yang dapat menjadi bekal untuk akhirat dan janganlah mengambil dari dunia apa saja yang akan menghalangi akhirat.

Jika ingin mendapatkan sesuatu belajarlah dengan memberi. Jika ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagiaan itu pada orang lain.

Berbahagialah orang yang perkataanannya dzikir, diamnya berfikir, dan pandangannya perhatian.

Sesungguhnya orang yang sempurna akal ialah yang selalu memperbaiki dirinya, dan selalu bersiap, berbekal untuk menghadapi hari kemudian sesudah kematian.

Jadilah seperti pohon yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar orang dengan batu tetapi dibalas dengan buah.

Orang bijak tidak sekali-kali  duduk meratapi kegagalannya, tetapi dengan lapang dada mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang diderita.

Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan.

Tanda orang bijak adalah hatinya selalu bersih, lidahnya basah karena dzikir, matanya sering menangis karena penyesalan terhadap dosa diri, sabar menghadapi persoalan, serta senantiasa mengutamakan akhirat.

Akal itu adalah menteri yang menasehati.
Hati itu raja yang memerintah.
Harta itu adalah tamu yang akan berangkat.
Kesenangan itu satu masa yang bakal akan ditinggalkan.

Seseorang menganggap rintangan sebagai penghalang, sedangkan orang lain menganggapnya sebagai kesempatan.

Kematian membangunkan manusia dari angan-angan yang panjang mengenai nikmat hidup yang tak berarti tanpa sifat kekal.

Dua penyakit hati yang sulit sekali diobati yaitu meninggalkan sifat tamak untuk manusia dan mengikhlaskan amal hanya untuk Allah SWT semata.

Orang yang berakal itu adalah orang yang akalnya mampu mengawal segala sifat buruk (mazmumah).

Apabila seseoarang itu memuji dirinya sendiri maka hilanglah cahayanya.