Kegiatan Sensus di Indonesia berdasarkan Undang-undang Statistik No. 16 tahun 1997 Pasal 8 ayat 1 ada tiga macam yang semua berulang selama sepuluh tahun sekali. Pertama, Sensus Penduduk untuk tahun yang berakhiran 0. Kegiatan ini terakhir adalah Sensus penduduk 2010 (SP2010). Kedua, Sensus Pertanian untuk tahun yang berakhiran 3. Kegiatan ini terakhir adalah Sensus Pertanian 2003 (ST2003) dan yang sedang dalam proses persiapan yaitu Sensus Pertanian 2013 (ST2013). ST2013 akan dilaksanakan serempak tahun 2013. Ketiga, Sensus Ekonomi untuk tahun yang berakhiran 6. Kegiatan ini terakhir dilaksanakan tahun 2006 (SE2006). Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Sensus Pertanian

Apa itu Sensus Pertanian? Menurut Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik pasal 1 ayat 2 disebut sebagai berikut :
“Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani, rumahtangga pertanian dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kakarteristik pertanian pada saat tertentu.”

BPS telah melakukan Sensus Pertanian sebanyak lima kali: 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Pada tahun 2013 mendatang, BPS kembali melaksanakan siklus 10 tahunan kegiatan Sensus Pertanian.

Hasil Sensus Pertanian digunakan untuk perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait (Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, dan Bappenas), perguruan tinggi dan lembaga internasional.

Cakupan data yang dikumpulkan dalam Sensus Pertanian 2013 (ST2013) berdasarkan sejumlah rekomendasi dari FAO.

TAHAPAN KEGIATAN

Tahun 2010
Persiapan : Penyusunan Network Planning (NWP) dan Anggaran

Tahun 2011
Uji Coba (kuesioner, metodologi, dan organisasi lapangan)
Gladi Kotor

Tahun 2012
Gladi Bersih
Pilot Monitoring Kualitas
Pilot PES(Post Enumeration Survey)
Updating Direktori Perusahaan Pertanian

Tahun 2013
Pencacahan Lengkap Rumah Tangga Usaha Pertanian
Pencacahan Lengkap Perusahaan Pertanian
Laporan Awal Hasil Pencacahan Lengkap
Pencacahan Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian (SPP)

Tahun 2014
Analisis dan Diseminasi Hasil Pencacahan Lengkap & SPP
Pencacahan Rumah Tangga Pertanian Subsektor (Sampel)

Tahun 2015
Analisis dan Diseminasi Hasil Subsektor

Sensus Penduduk

Apa itu Sensus Penduduk? Demikian definisi Sensus Penduduk menurut Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik pasal 1 ayat 1 yaitu sebagai berikut :
“Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu.”

Sensus Penduduk merupakan kegiatan besar BPS yang senantiasa dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.Sensus Penduduk di Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali sejak Indonesia merdeka : 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010; Data yang dikumpulkan adalah data dasar Kependudukan dan merupakan dasar bagi survei-survei kependudukan lainnya.

Kegiatan ini menghasilkan Jumlah Penduduk, Karakteristik demografi dan sosial penduduk, Fertilitas/Kelahiran, Mortilitas/Kematian dan juga Keterangan Perumahan. Cakupan responden meliputi Seluruh Penduduk Indonesia. Penyajian data diharapkan sampai dengan tingkat Desa. Sedangkan pengumpulan data menggunakan metode Wawancara langsung .

Sensus Penduduk terakhir yaitu Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang telah dilaksanakan pada tanggal 1-31 Mei 2010. Data Hasil Sensus Penduduk 2010 Di Indonesia dapat dilihat web terkait tentang Sensus Penduduk yaitu sp2010.bps.go.id

Sensus Ekonomi

Apa yang dimaksud dengan Sensus Ekonomi. Penjelasan kita dapatkan pada Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik pasal 1 ayat 3. Demikian definisinya :
“Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah republik indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan atau perusahaan pada saat tertentu.”

Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan atau perusahaan pada saat tertentu.

Karakteristik pokok dalam sensus ekonomi adalah keterangan-keterangan pokok kegiatan usaha yang diperoleh dari hasil pencacahan terhadap seluruh kegiatan di bidang ekonomi di luar sektor pertanian seperti produksi/omset, jumlah tenaga yang dipekerjakan, dan sejenisnya.

Karakteristik rinci dalam sensus ekonomi adalah keterangan-keterangan mengenai kegiatan usaha yang lebih lengkap dan terinci yang diperoleh dari hasil pencacahan terhadap perusahaan/unit usaha terpilih.

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan rutin BPS yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran 6.

Sensus Ekonomi mempunyai tujuan mengumpulkan dan menyajikan data dasar yang lengkap, rinci dan up to date tentang kegiatan ekonomi di wilayah Indonesia yang mencakup jumlah, karakteristik usaha dan kegiatan dari semua skala perusahaan/usaha yang bergerak di berbagai lapangan usaha di luar usaha pertanian.

Kegiatan pada tahun 2007 dilaksanakan Sensus Ekonomi 2006 Sensus Sampel (SE06-SS) yang merupakan kelanjutan dari kegiatan SE06. Kegiatan yang dicakup dalam SE06-SS adalah sensus untuk perusahaan/usaha berskala menengah dan besar (UMB) dan sampel untuk perusahaan/usaha berskala mikro dan kecil (UMK).

Skala usaha yang digunakan dalam Sensus Ekonomi 2006 ditetapkan menjadi empat yaitu usaha mikro, kecil, menengah dan besar.  Secara umum, kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan skala usaha adalah kriteria omset. Usaha mikro jika omset dibawah lima puluh (50) juta. Usaha kecil jika omset berada pada kisaran 50 juta s.d. 1 milyar. Usaha menengah jika omset berkisar 1 milyar s.d. 3 milyar. Usaha dengan omset diatas 3 milyar masuk skala usaha besar.

Secara khusus, Pengklasifikasian skala usaha di kategori industri memakai kriteria tenaga kerja. Jika tenaga kerja 1-4 orang, maka usaha mikro. Jika tenaga kerja 5-19 orang, maka usaha kecil. Jika tenaga kerja 20-99 orang, maka usaha menengah. Jika tenaga kerja lebih dari 100 orang, maka usaha besar.

Sumber : brebeskab.bps.go.id