Tag

, , , , ,

Konsep & Definisi

Adalah suatu indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dalam suatu periode, dari suatu kumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi oleh penduduk/rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. Jenis barang dan jasa tersebut dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; perumahan; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi, dan olahraga; transpor dan komunikasi. Mulai bulan Juni 2008, Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencakup sekitar 284-441 komoditas dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil Survei Biaya Hidup (SBH) di 66 kota tahun 2007.
Manfaat
• Mengetahui perubahan harga dari sekelompok tetap barang dan jasa yang pada umumnya dikonsumsi masyarakat.
• Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan inflasi atau deflasi.
• Indeksasi upah dan tunjangan gaji pegawai (wage-indexation).
• Penyesuaian Nilai Kontrak (contractual payment).
• Eskalasi Nilai Proyek (project escalation).
• Penentuan Target Inflasi (inflation targeting).
• Indeksasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (budget indexation).
• Sebagai pembagi PDB, PDRB (GDP Deflator).
• Sebagai proksi perubahan biaya hidup (proxy of cost of living).
• Indikator dini tingkat bunga, valas, dan indeks harga saham.
Intepretasi
• IHKn < 100 : tingkat harga (konsumen/ eceran) pada periode berjalan lebih kecil dibandingkan tahun dasar. • IHKn = 100 : tingkat harga (konsumen/ eceran) pada periode berjalan sama dengan tahun dasar. • IHKn > 100 : tingkat harga (konsumen/ eceran) pada periode berjalan lebih besar dibandingkan tahun dasar.

Rumus
Rumus yang digunakan untuk menghitung IHK adalah Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres).
rumus_ihk
dengan:
IHKn : indeks periode ke-(n)
Pni : Harga jenis barang i, periode ke-(n)
P(n-1)i : Harga jenis barang i, periode ke-(n-1)
P(n-1)i x Q0i : Nilai konsumsi jenis barang i, periode ke-(n-1)
P0i x Q0i : Nilai konsumsi jenis barang i pada tahun dasar
k : Jumlah jenis barang paket komoditas
Misalkan: IHK pada bulan Juli 2010 adalah 121,74 (2007=100), berarti tingkat harga (konsumen/eceran) pada bulan Juli 2010 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat harga (konsumen/eceran) tahun 2007.

Level Penyajian
Nasional dan 66 kota (33 ibukota provinsi dan 33 kota).

Publikasi
Statistik Indonesia (SI), Indikator Ekonomi, Indeks Harga Konsumen di 66 Kota di Indonesia, Warta IHK.
Penyedia Informasi
Direktorat Statistik Harga.
Implementasi
dan Maumere Alami Peningkatan IHK
Kupang, POS KUPANG.Com – Dua kota di Nusa Tenggara Timur yaitu Kota Kupang dan Kota Maumere mengalami peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2010, kata Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur Poltak Sutrisno Siahaan, di Kupang, Sabtu (2/10/2010).
Ia menyebut Kota Kupang terjadi peningkatan IHK dari 130,99 pada bulan Agustus 2010 menjadi 131,25 pada bulan September 2010. Sedangkan Kota Maumere terjadi peningkatan IHK dari 134,04 pada bulan Agustus 2010 menjadi 135,89 pada bulan September 2010. Menurut dia, peningkatan IHK ini telah menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Kupang 0,20 persen, sedangkan Kota Maumere terjadi inflasi sebesar 1,38 persen.
Laju inflasi tahun kalender September 2010 untuk Kota Kupang, sebesar 8,81 persen dan inflasi “year on year” (September 2010 terhadap September 2009) adalah 11,42 persen. Sedangkan untuk Kota Maumere, laju inflasi tahun kalender September 2010 sebesar 7,84 persen dan inflasi “year on year” (September 2010 terhadap September 2009) adalah 8,05 persen.
Hal ini terjadi untuk Kota Kupang karena selama bulan September 2010, kelompok Kesehatan mengalami peningkatan indeks terbesar, sebesar 1,25 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,23 persen. Diikuti kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,91 persen, kelompok sandang sebesar 0,53 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,02 persen.
Sedangkan kelompok yang mengalami perubahan indeks negatif di Kota Kupang adalah kelompok bahan makanan sebesar -0,98 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar -0,26 persen. Sementara untuk Kota Maumere selama bulan September 2010, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami peningkatan indeks terbesar sebesar 2,10 persen diikuti kelompok bahan makanan sebesar 1,84 persen.
Berikutnya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,75 persen, kelompok sandang sebesar 1,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,79 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,76 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,03 persen.
Ia menyebut dari 66 kota yang diambil sampel IHK Nasional, ada 57 kota mengalami inflasi dan sembilan kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan yakni sebesar 1,80 persen, diikuti Kota Pangkal Pinang (1,50 persen), Kota Maumere (1,38 persen), Kota Tegal (1,27 persen), Kota Bengkulu (1,19 persen). Inflasi terendah terjadi pada Kota Batam, yaitu sebesar 0,03 persen.
Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe, yakni sebesar 1,28 persen, diikuti Kota Ternate (0,57 persen), Kota Manokwari (0,46 persen). Deflasi terendah terjadi di Kota Medan, yaitu sebesar 0,20 persen.
Berikut beberapa kota di bagian timur Indonesia, diantaranya Kota Maumere (1,38 persen), Kota Ambon (0,95 persen), Kota Kupang (0,20 persen), Kota Mataram (0,59 persen), Kota Mamuju (0,23 persen), Kota Ternate (-0,57 persen). Kota Watampone (0,82 persen), Kota Makassar (0,40 persen), Kota Jayapura (0,59 persen), Kota Parepare (0,29 persen), Kota Denpasar (0,22 persen), Kota Palopo (0,46 persen), Kota Bima (0,19 persen), Kota Kendari (-0,42 persen). Kota Manado (0,45 persen), Kota Gorontalo (0,36 persen), Kota Manokwari (-0,46 persen), Kota Sorong (0,92 persen), dan Kota Palu (0,94 persen). (ant)
Sumber: http://www.pos-kupang.com/read/artikel/53429/ekbis/kupang-dan-maumere-alami-peningkatan-ihk
Diakses tanggal: 16 November 2010

Sumber Data
Survei Biaya Hidup (SBH), Survei Harga Konsumen (SHK).

Keterbatasan

catatan
Perlu diperhatikan penggunaan tahun dasar di dalam perhitungan IHK, Mulai bulan Juni 2008, Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencakup sekitar 284 – 441 komoditas dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil Survei Biaya Hidup (SBH) di 66 kota tahun 2007. Sedangkan IHK sebelum bulan Juni 2008 masih mencakup 283-397 komoditas dengan menggunakan pola konsumsi hasil SBH di 45 kota tahun 2002.