Berikut ini adalah catatan kurban Idul Adha 1437H :

Pada tahun ini adalah tahun yang bagi saya cukup berat. Bagaimana tidak? Pendapatan pada tahun ini belum bisa disesuaikan dengan inflasi. Inflasi di Indonesia yang pada tahun 2015 adalah rendah yaitu sebesar 3,35 persen (sumber : http://www.bps.go.id). Saya bekerja sebagai pegawai negeri. Kebijakan pemerintah pada awal tahun 2016 adalah tidak menyesuaikan gaji yang diterima dengan tidak menaikkan gaji. Kebijakan yang ada hanya memberi bonus yaitu tunjangan hari raya. Dengan tidak adanya kenaikan gaji yang diterima berarti daya beli keluarga saya (secara penghitungan statisik) menurun menjadi 96,35 persen (100 persen – 3,35 persen).

Selain itu juga ada pemangkasan perjadin (perjalanan dinas) dan anggaran lain karena pemerintah mengalami kesulitan anggaran disebabkan pengeluaran biaya pembangunan infrastruktur yang didanai salah satunya dari hutang dan penerimaan pajak yang tidak sesuai target.

Selain itu pada tahun ajaran ini dua anak saya lulus sekolah. Yang pertama lulus SLTA yang dilanjutkan berkuliah. Ini menyita cukup banyak anggaran dari biaya kuliah, sumbangan gedung, biaya tempat tinggal (kos/kontrakan), laptop, pakaian, dan alas kaki. Yang kedua, lulus SLTP dan masuk SLTA. Ini juga diminta sumbangan gendung. Sedang uang sekolah bulanan ada meski tidak cukup besar.

Meski demikian. Alhamdulillah saya tetap dapat berkurban. Meski awalnya ragu, bisa tidak keluarga saya berkurban sebagimana tahun-tahun sebelumnya? Apalagi berkurban adalah amalan sunah yang sangat disukai nabi, sampai-sampai nabi tidak mau mengakui muslim yang mampu yang tidak mau berkurban. Mereka disuruh mau menjadi umat nasrani atau yahudi.

Faidza azzamta fatawakal alallah. Apabila kita sudah ber-azzam (berketetapan hati/bertekad) maka bertawakal kepada Allah.

Semoga bermanfaat.

kambing-qurban