ekonomi, fenomena, jurnal

Brexit Selesai, Ekonomi Brebes Melambat

Oleh : Mohammad Nurdin
Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kab. Brebes
Tahun 2015 perekonomian brebes tumbuh sangat tinggi hampir 6 persen. Namun pada tahun 2016 perekonomian Brebes hanya mampu tumbuh di bawah 5 persen. Dalam istilah ekonomi makro berarti ini terjadi perlambatan. Lalu kira-kira apa yang membuat hal ini terjadi? Kita akan coba urai benang kusut ini satu per satu.


Pada tahun 2015 perekonomian Brebes tumbuh sebesar hampir 6 persen. Lebih tepatnya adalah sebesar 5,98 persen. Lima penyumbang terbesar sumber pertumbuhan adalah berturut-turut sebagai berikut : sektor pertanian menyumbang pertumbuhan sebesar 1,55 persen, disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 1,30 persen, sektor perdagangan sebesar 0,80 persen, sektor konstruksi sebesar 0,60 persen dan sektor informasi komunikasi sebesar 0,48 persen. Namun pada tahun 2016 lima sektor penyumbang tertinggi pada tahun lalu mengalami penurunan sumbangan. Sektor pertanian hanya mampu menyumbang pertumbuhan sebesar 1,36 persen. Sektor industri pun hanya mampu menyumbang pertumbuhan sebesar 0,81 persen. Demikian juga dengan sektor informasi dan komunikasi yang hanya mampu menyumbang 0,33 persen. Dan yang tererndah justru terjadi pada sektor kontruksi yang pada tahun 2016 menyumbang andil negatif sebesar 0,04 persen terhadap pertumbuhan. Namun kondisi ini diperbaiki dengan naiknya sumbangan pertumbuhan sektor perdagangan yang meningkat menjadi sebesar 0,95 persen.
Dari uraian di atas maka tidaklah berlebihan bila melambatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 disebabkan turunnya sumbangan pertumbuhan sektor konstruksi di samping menurunnya sumbangan ketiga sektor lainnya selain sektor perdagangan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan baru mengapa sumbangan sektor kontruksi menjadi negatif. Setelah usut punya usut ternyata penyebabnya adalah mega proyek -untuk ukuran Brebes termasuk mega proyek – jalan tol dari Pejagan hingga Pemalang yang dibangun oleh PT. Pejagan Pemalang Tol Road. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Waskita Karya dengan didukung pinjaman dari bank Exim Indonesia. Panjang jalan tol ini adalah 57,5 kilometer dengan total investasi sebesar 4,08 trilyun. Dilaksanakan dalam 3 tahun yaitu dari tahun 2014 hingga diresmikan menjelang lebaran Idul Fitri oleh Presiden Joko Widodo tahun 2016 lalu.
Tidak seluruh jalan tol ini di Brebes. Jalan Tol ini terbagi ke dalam 4 seksi yaitu seksi I Pejagan – Brebes Barat sepanjang 14,2 kilometer dan seksi II yaitu Brebes Barat – Brebes Timur sepanjang 6 kilometer. Total sepanjang 20,2 kilometer berada di Brebes dan sisanya adalah Brebes Timur – Tegal Timur dan Tegal Timur – Pemalang (sumber : website tempo.co diakses 23 Juli 2014).
Jadi tidaklah berlebihan bila adanya proyek jalan tol Pejagan sampai Brebes Timur telah ikut meningkatkan pertumbuhan PDRB Brebes pada tahun 2015 dan sebagai dampaknya pula begitu proyek selesai maka pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Hal itu bila kita lihat dari sumbangan pertumbuhan ekonominya.
Mungkin cukup menarik bila kita coba lihat sektor mana saja yang tumbuh lebih cepat meskipun kurang terlihat sumbangannya karena kontribusinya rendah.
Sebelum membahas pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu kita lihat kontribusinya. Bila kita lihat struktur ekonomi lapangan usaha sebagian masyarakat Brebes adalah masih didominasi sektor Pertanian. Di dalamnya termasuk juga kehutanan dan perikanan. Hanya saja terlihat terjadi sedikit pergeseran. Kontribusi sektor ini terlihat terus mengalami penurunan peranan setiap tahunnya terhadap pembentukan PDRB Brebes dari 41,83 persen pada tahun 2012 menjadi 40,52 persen pada tahun 2016. Ini termasuk penyumbang terbesar pada tahun 2016. Sumbangan kedua adalah sektor perdagangan baik besar maupun eceran yang sebesar 16,03 persen dan disusul sektor iIndustri pengolahan sebesar 14,92 persen. Sementara peranan lapangan usaha lainnya di bawah 5 persen. Ini cukup memberi peluang karena sektor industri di Brebes terus tumbuh dengan bergesernya industri mengarah ke Timur. Salah satunya adalah di Brebes dengan Kecamatan Bulakamba dan Tanjung sebagai wilayah pengembangan untuk industri. Salah satunya sebab adalah besarnya UMR telah memaksa perusahaan mengalihkan lokasi industrinya dan pemerintah Brebes telah menangkap kesempatan itu dengan memudahkan pendirian kawasan peruntukan industri di kedua kecamatan tersebut.
Sekarang kita lihat pertumbuhan ekonomi masing-masing sektornya. Pada uraian sebelumnya disebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi PDRB Brebes tahun 2016 hanya mencapai 4,87 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh sektor Jasa Perusahaan sebesar 10,62 persen. Laju pertumbuhan tertinggi kedua adalah sektor jasa kesehatan sebesar 9,86 persen, diikuti sektor jasa keuangan sebesar 9,76 persen, diikuti sektor jasa lainnya sebesar 8,62 persen, kemudian sektor informasi dan komunikasi sebesar 8,31 persen dan sektor jasa pendidikan sebesar 7,64 persen. Sedangkan lapangan usaha yang lain yang mengalami pertumbuhan di bawah 7 persen. Ini masih cukup menggembirakan karena kegiatan ekonomi masih terus tumbuh di Brebes.
Namun demikian sektor pertanian sebagai sektor unggulan Brebes hanya mampu tumbuh 3,60 persen. Selain pertanian, sektor unggulan Brebes adalah perdagangan yang masih bisa tumbuh sebesar 5,21 persen dan juga sektor industri pengolahan yang melambat sebesar 5,76 persen dibanding tahun sebelumya yang mampu tumbuh 9,49 persen. Satu hal patut disayangkan meski hal itu adalah wajar adalah satu sektor mengalami kontraksi yaitu sektor kontruksi menjadi sebesar -0,98 persen.
Dari uraian di atas tampaklah jelas bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes tahun 2016 disebabkan terutama kontraksi pada lapangan usaha kontruksi. Lapangan usaha tidak mampu tumbuh lagi karena salah satunya disebabkan telah rampungnya pembangunan jalan tol seksi I dari Pejagan – Brebes Barat sepanjang 14,2 KM dan seksi II dari Brebes Barat – Brebes Timur sepanjang 6 KM pada pertengahan tahun 2016. Selain itu juga dari perlambatan pada sektor pertanian dan sektor industri pengolahan.

Keterangan : * Penulis adalah Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kab. Brebes

Tulisan dirancang agar bisa dimuat di surat kabar dan karena tidak dimuat karena satu dan lain hal maka saya uploadkan ke dalam blog ini.

 

 

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s