keluarga, Uncategorized

Keluarga Abah Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan

Berikut ini silsilah keluarga Abah Asy’ari yang saya tahu. Ini berdasarkan ingatan dan catatan yang saya miliki.

Nama : Alm. Asy’ari (saya memanggilnya Abah Asy’ari)
Lahir : 20-02-1941
Meninggal : 1 November 2013 (tujuh bulan berikutnya adik bungsu saya yang bernama Neli Durriyati Binti Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan meninggal dunia menyusul kepergian abah saya)
Isteri Alm. Izatul Daulat binti Washar (saya memanggilnya Emak Ijah)
Lahir : 18-08-1945
Meninggal : 2 Desember 1988 (meninggal saat saya masih kelas 3 SMA N 1 Tegal)
Mereka berdua memiliki tujuh anak (dua orang meninggal waktu masih balita sehingga kakak saya, Nurul Huda menjadi seperti anak sulung atau pembarep) yaitu berturut-turut :
1. Alm. Nurbaeti Binti Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwanlahir tahun 1963
2. Alm. Nurlaeli Binti Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwanlahir tahun 1965 (kedua kakak perempuan saya meninggal sebelum saya lahir)
3. Nurul Huda Bin Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan lahir tahun 1967 (memiliki 4 orang putra dan tinggal di Kota Tegal, Jawa Tengah )
4. Mohammad Nurdin Bin Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan(saya sendiri) lahir tahun 1970 (memiliki 3 orang putra dan tinggal di Kota Tegal, Jawa Tengah)
5. Nurul Chikmah Binti Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan lahir tahun 1972 (memiliki 5 orang anak : 3 putra dan 2 putri dan tinggal bersama suami dan anak-anak mereka di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah)
6. Mohammad Nur Mushoffa Bin Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan lahir tahun 1975 (memiliki 4 orang anak : 2 putra dan 2 putri tinggal di Kabupaten Tegal)
7. Alm. Neli Durriyati Binti Asy’ari Bin Mikhrad Bin Jarwan lahir tanggal  14-02-1977 Meninggal tanggal 24 Juni 2014 (kalau tidak salah). Adik saya dengan suaminya yang bernama Saefurrahman memiliki 3 orang anak : 2 putra dan 1 putri.

Iklan
Standar
keluarga, Uncategorized

Keluarga Mbah Mikhrad bin Jarwan

Nama lengkap : Mikhrad bin Jarwan
Berikut ini silsilah keluarga Mbah Mikhrad yang saya tahu. Mohon koreksinya dan dilengkapi, karena semua hanya berdasarkan ingatan semata.

Nama : Alm. Mikhrad (saya memanggilnya Mbah Brosot)
Isteri Pertama : –  (saya lupa, yang jelas ibunya Watap dll)
Isteri Kedua : Alm. Aliyah (saya menmanggilnya Magede Aliyah)
Dari Isteri kedua memiliki beberapa anak yaitu berturut-turut :
1. Alm. Asiah binti Mikhrad bin Jarwan (saya memanggilnya Wasiyah)
2. Alm. Asy’ari bin Mikhrad bin Jarwan(saya memanggilnya Abah Sari)
3. Alm. Kharis bin Mikhrad bin Jarwan (saya memanggilnya Oom Ais)
3. Alm. Khamimah binti Mikhrad bin Jarwan(saya memanggilnya Lik Mimah)
4. Alm. Khamim bin Mikhrad bin Jarwan (saya memanggilnya Oom Amim)
5. Rokhmah binti Mikhrad bin Jarwan(saya memanggilnya Lik Maming)
6. Alm. Komariyah binti Mikhrad bin Jarwan (saya memanggilnya Lik Kom)

Standar
Berita, ekonomi, fenomena, Uncategorized

Berita Ekonomi 21 Desember 2017

  1. Produk unggulan UKM DS grinding, Bulakamba binaan tp PKK grinding SPT kerupuk tulang bandeng, stick ikan, brownis bandeng, teh rempah2 dll’
  2. Keberadaan TPA ds Ciledug, kab. Cirebon mengganggu DS. Bojongsari, losari
  3. Menekan tingginya angka putus sekolah, tahun. 2018 Pemkab siapkan 5,7 milyar untuk program gerakan kembali sekolah (gks) untuk 13 ribu anak TDK sekolah (ATS) – untuk pengembalian anak ke sekolah formal dianggarkan 4,5 milyar dan non formal 1,2 milyar. Tahun 2017 yg berhasil dikembalikan 1.125 ATS. Pendanaan ats di 292 desa lewat dana desa dan 5 kelurahan lewat APBD.

Sumber : Radar Tegal

Standar
ekonomi, fenomena, Uncategorized

Berita Ekonomi 30 Desember 2017

1) Unjuk rasa petani bawang merah di Depan Kantor Bupati Brebes (Jumat, 29/12/17). Harga bawang merah anjlok di tingkat petani – petani melakukan aksi demonstrasi di Depan kantor Bupati Brebes (Jumat, 29/17) – tuntutan pemerintah beli bawang merah sesuai ketentuan – harga bawang merah di tingkat petani (hp ed) 5-7 ribu per kg – biaya produksi lebih tinggi – hama bawang merah meresahkan – tuntutan 1. Menyerap bawang merah dg harga normal 15 ribu per kg 2. Ekspor bawang merah 3. Mematok harga eceran terendah 4. Menolak kebijakan Mentan yg membuka 10 daerah budidaya bawang merah di luar Jawa 5. Menjadikan Brebes menjadi pusat pembibitan bawang merah dan pusat produksi bawang merah nasional 6. Pengendalian penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Asal ratusan pendemo dari sentra produksi bawang merah SPT DS. Sigentong, Wanasari, DS. Kamal, larangan, DS. Dukuhringin, luwungragi, kec. Wanasari, – 6 tuntutan.

2) Kemiskinan diklaim turun dari 20 persen menjadi 19,47 persen the. 2017 – program pelatihan, pendidikan, ketrampilan, bantuan perbaikan ekonomi, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi dll – pendidikan dasar 12 tahun.

3) 12 sekdes di kec ketanggungan ditarik ke kecamatan per Januari 2018 sesuai permenpan RB no. 25 tahun 2016.

 

 

 

Sumber Berita : Radar Tegal

 

Standar
ekonomi, fenomena, Uncategorized

Resume Berita Ekonomi 13 Januari 2018

1) Petani Brebes menggeruduk Bulog – Kantor Perum Bulog Sub Divre VI Pekalongan di Jalan Kol. Sugiono, Tegal pada hari Jumat tanggal 12 Januari 2018. Tuntutan agar Bulog serap bawang merah petani karena harga anjlog. Pertanian bawang merah terpuruk, dijual ke Cibitung, Bekasi 3 ribu/ kg – aturan Perpres harga bawang merah 15 ribu per kg oleh Bulog, – Brebes over produksi bawang merah, 14 dari 17 kec produksi bawang merah, – sejak 2017, Bulog telah beli bawang merah, pemerintah lewat Bulog beli gudang puluhan miliar untuk simpan bawang yg diserap. Telah serap 22 ton bawang merah Brebes, penyerapan bertahap, 1 ton per pekan, harga 15 ribu per kg, rekomendasi kementrian perdagangan, dg standar kualitas tertentu, sedang dikebut pembangunan gudang tempat penyimpanan (cold storage) bawang merah dilengkapi cas (control atmosphere system’) yg sudah lolos uji kelayakan dari UGM – lokasi DS. Klampok, wanasari seluas 7.650 M2, kapasitas 2.000 ton dg fasilitas tempat menjemur 20 ton, rak penyimpanan 12 ton – fungsi saat anjlog, beli dan simpan

2) Muspika Bulakamba beli bawang merah petani, harga di pasaran terjun bebas 4-8 ribu per kg – di Bulakamba luas 3.752 ha (2017), produksi 29.193 ton (2017), konsumsi daerah 500 ton dan sisa 28.693 ton ke pasaran.- keharusan ASN beli bawang merah dari petani berdasar instruksi Bupati Brebes dalam surat Bupati no. 521/00015/2018 dibeli dg harga 18 ribu per kg.

 

 

Sumber Berita : Radar Tegal

 

Standar
ekonomi, fenomena, Uncategorized

Berita Ekonomi 9 Desember 2018

1) Perbaikan Jalan Slatri – Bulakamba akan selesai tahun 2019. Dana sudah sudah dianggarkan sejak tahun 2016. Tahun 2017 telah dialokasikan sebesar 1 milyar rupiah. Sedangkan tahun 2018 akan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

2) Nasib nelayan di Kabupaten Brebes masih belum jelas. Perpanjangan waktu penggunaan alat tangkap cantrang dari Bulan Mei hingga akhir tahun 2017.
Peraturan Meteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2015 tentang penggunaan alat tangkap cantrang. Ribuan nelayan di Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba akan menganggur. Para nelayan mengeluarkan tuntutan legalisasi alat cantrang secara nasional dengan TAP MPR.

3) Pembangunan Jalan Lingkat Utara (Jalingkut) Brebes – Tegal sepanjang 17 kilometer mangkrak. Proses persidangan PT. Bumiredjo Jalingkut yang dianggap telah merugikan PT. Bumiredjo. Nilai proyek pembangunan jalan tersebut sebesar 205 milyar rupiah dengan sumber pendanaan sebesar 30 persen dari APBN dan sisanya (70 persen) dari  Bank Dunia. Proses pembangunan dihentikan sementara. Sedangkan Jalingkut Kota Tegal sepanjang 2,5 kilometer telah selesai dengan nilai proyek sebesar 21 milyar.

4) Petani kentang di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan terganggu cuaca ekstrim. Mereka mengeluhkan penyakit yang dipicu oleh cuaca ekstrim. Tingginya curah hujan membuat tanaman menjadi busuk. Hujan sporadis membuat kupu-kupu mudah berpindah tempat dan menjadi sumber penyebaran ulat. Perkembangan ulat dengan  panjang 1-2 cm cukup banyak. Pergantian cuaca berlangsung dengan cepat.

5) Tingginya curah hujan di Kabupaten Brebes membuat jalan nasional (pantura) Brebes-Tegal mengalami kerusakan.

 

 

Sumber Berita : Radar Tegal

 

Standar