Berita, Uncategorized

NAMA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KAB. BREBES PER TAHUN 2017

NAMA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KAB. BREBES PER TAHUN 2017
NAMA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
KABUPATEN BREBES

1. Sekretariat Daerah (Setda)
2. Sekretariat DPRD (Setwan)
3. Inspektorat

DINAS DAERAH
4. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora)
5. Dinas Kesehatan (Dinkes)

6. Dinas Pekerjaan Umum (DPU)

7. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR)

8. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim)

9. Dinas Sosial (Dinsos)

10. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades)

11. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB)

12. Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS)

13. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukpil)

14. Dinas Perhubungan (Dinhub)

15. Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik)

16. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag)

17. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker)

18. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

19. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar)

20. Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus)

21. Dinas Perikanan (Dinkan)

22. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP)

23. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH)

24. Satpol PP

BADAN

25. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD)

26. Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda)

27. Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD)

28. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

29. Kantor Kesbangpol dan Linmas

30. Rumah Sakit Umum Daerah Brebes

31. Rumah Sakit Umum Daerah Bumiayu

32. Sekretariat Badan Narkotika Kab. Brebes

KECAMATAN

33. Kecamatan Brebes

34. Kecamatan Wanasari

35. Kecamatan Bulakamba

36. Kecamatan Jatibarang

37. Kecamatan Songgom

38. Kecamatan Tanjung

39. Kecamatan Losari

40. Kecamatan Larangan

41. Kecamatan Ketanggungan

42. Kecamatan Kersana

43. Kecamatan Banjarharjo

44. Kecamatan Tonjong

45. Kecamatan Bumiayu

46. Kecamatan Sirampog

47. Kecamatan Paguyangan

48. Kecamatan Bantarkawung

49. Kecamatan Salem

BAGIAN

50. Bagian Tata Pemerintahan

51. Bagian Penanggulangan Kemiskinan

52. Bagian Pemerintahan Desa

53. Bagian Kesra

54. Bagian Perekonomian

55. Bagian Pembangunan

56. Bagian Layanan Pengadaan

57. Bagian Organisasi

58. Bagian Umum

59. Bagian Hukum

UPTD/UPT

60. UPT DINAS PENGAIRAN, ESDM

61. UPT DINAS PENDIDIKAN

62. UPT DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG

63. UPT BADAN KB DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

64. UPT DINAS KESEHATAN BALAI PENGOBATAN PARU

65. UPT DINAS KESEHATAN LAB. KESEHATAN DAERAH

66. UPT DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. BREBES

67. UPT DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. TANJUNG

68. UPT DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. BANJARHARJO

69. UPT DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. PAGUYANGAN

70. UPT DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KEC. BUMIAYU

71. UPT BPBD PEMADAMAN KEBAKARAN KEC. PAGUYANGAN

72. UPT BPBD PEMADAMAN KEBAKARAN KEC. BREBES

KELURAHAN

73. Sekratariat KORPRI

74. Kelurahan Brebes

75. Kelurahan Pasarbatang

76. Kelurahan Gandasuli

77. Kelurahan Limbangan Kulon

78. Kelurahan Limbangan Wetan

Data lengkap bisa didownload pada link di bawah ini :

NAMA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KAB. BREBES PER TAHUN 2017

Iklan
Standar
kerja, lembar, pdrb, penghitungan

28 Komoditas Unggulan Kategori Pertanian PDRB Kab. Brebes 2016

Komoditas Unggulan Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 499
Rata-rata = 100/499 persen = 0,22 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (0,22 persen) adalah 28 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Bawang Merah sebesar 24,99 persen;
2) Padi sebesar 14,64 persen;
3) Jamur sebesar 3,62 persen;
4) Jagung sebesar 3,08 persen;
5) Ayam Buras sebesar 2,82 persen;
6) Mangga sebesar 2,39 persen;
7) Cabe Rawit sebesar 2,23 persen;
8) Kentang sebesar 2,20 persen;
9) Domba sebesar 1,78 persen;
10) Telur Ayam Ras sebesar 1,62 persen;
11) Cabe Besar sebesar 1,44 persen;
12) Pisang sebesar 1,03 persen;
13) Ayam Ras Pedaging sebesar 0,79 persen;
14) Telur Ayam Buras sebesar 0,78 persen;
15) Telur Itik sebesar 0,74 persen;
16) Durian sebesar 0,69 persen;
17) Tebu sebesar 0,59 persen;
18) Kubis/Kol sebesar 0,47 persen;
19) Sapi Potong sebesar 0,45 persen;
20) Tanaman Pangan sebesar 0,38 persen;
21) Wortel sebesar 0,35 persen;
22) Kambing sebesar 0,30 persen;
23) Bawang Daun sebesar 0,29 persen;
24) Nila sebesar 0,28 persen;
25) Petai sebesar 0,26 persen;
26) Kacang Hijau sebesar 0,26 persen;
27) Ubi Kayu sebesar 0,24 persen; dan
28) Lele sebesar 0,24 persen.

Sumber : https://opinimasding.blogspot.co.id/2018/01/28-komoditas-unggulan-kategori.html

Standar
ekonomi, fenomena, kerja, lembar, pdrb, penghitungan, Uncategorized

Indeks Harga Produsen 2010-2017

Salah satu data yang dibutuhkan untuk penghitungan PDRB Kabupaten Brebes 2017 adalah data Data Indeks Harga Produsen (IHP) dari tahun 2010 hinnga 2017 dengan tahun dasar 2010 (2010=100). Data ini dibutuhkan untuk men-deflate (sebagai deflator) terutama output beberapa sektor seperti :

1. Pertanian
2. Pertambangan dan Penggalian
3. Industri Pengolahan
4. Pengadaan Listrik dan Gas
5. Pengelolaan Air
6. Angkutan Penumpang
7. Penyediaan Akomodasi dan Makanan/Minuman

Data IHP 2010-2017 dapat diunduh pada link di bawah ini :

IHP 2010-2017 (2010=100)

Standar
ekonomi, kerja, lembar, pdrb, penghitungan

Indeks Harga Perdagangan Besar 2010-2017 (2010=100)

Salah satu data yang dibutuhkan untuk penghitungan PDRB Kabupaten Brebes 2017 adalah data Data Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari tahun 2010 hinnga 2017 dengan tahun dasar 2010 (2010=100). Data ini dibutuhkan untuk men-deflate (sebagai deflator) terutama output sektor Industri Pengolahan (Kategori C).

Data dapat diunduh pada link di bawah ini :

IHPB Umum 2010-2017 (2010=100) Rinci

Standar
ekonomi, fenomena, jurnal

Brexit Selesai, Ekonomi Brebes Melambat

Oleh : Mohammad Nurdin
Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kab. Brebes
Tahun 2015 perekonomian brebes tumbuh sangat tinggi hampir 6 persen. Namun pada tahun 2016 perekonomian Brebes hanya mampu tumbuh di bawah 5 persen. Dalam istilah ekonomi makro berarti ini terjadi perlambatan. Lalu kira-kira apa yang membuat hal ini terjadi? Kita akan coba urai benang kusut ini satu per satu.

Baca lebih lanjut

Standar
indikator statistik

Apa Yang Anda Perlu Ketahui Tentang Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha

Pertama, penghitungan statistik neraca nasional yang digunakan mengikuti buku petunjuk yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa yang dikenal sebagai “Sistem Neraca Nasional”. Namun, penerapan statistik neraca nasional tersebut telah disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi Indonesia.

Baca lebih lanjut

Standar
Uncategorized

Catatan Kurban Idul Adha 1437 H

Berikut ini adalah catatan kurban Idul Adha 1437H :

Pada tahun ini adalah tahun yang bagi saya cukup berat. Bagaimana tidak? Pendapatan pada tahun ini belum bisa disesuaikan dengan inflasi. Inflasi di Indonesia yang pada tahun 2015 adalah rendah yaitu sebesar 3,35 persen (sumber : http://www.bps.go.id). Saya bekerja sebagai pegawai negeri. Kebijakan pemerintah pada awal tahun 2016 adalah tidak menyesuaikan gaji yang diterima dengan tidak menaikkan gaji. Kebijakan yang ada hanya memberi bonus yaitu tunjangan hari raya. Dengan tidak adanya kenaikan gaji yang diterima berarti daya beli keluarga saya (secara penghitungan statisik) menurun menjadi 96,35 persen (100 persen – 3,35 persen).

Selain itu juga ada pemangkasan perjadin (perjalanan dinas) dan anggaran lain karena pemerintah mengalami kesulitan anggaran disebabkan pengeluaran biaya pembangunan infrastruktur yang didanai salah satunya dari hutang dan penerimaan pajak yang tidak sesuai target.

Selain itu pada tahun ajaran ini dua anak saya lulus sekolah. Yang pertama lulus SLTA yang dilanjutkan berkuliah. Ini menyita cukup banyak anggaran dari biaya kuliah, sumbangan gedung, biaya tempat tinggal (kos/kontrakan), laptop, pakaian, dan alas kaki. Yang kedua, lulus SLTP dan masuk SLTA. Ini juga diminta sumbangan gendung. Sedang uang sekolah bulanan ada meski tidak cukup besar.

Meski demikian. Alhamdulillah saya tetap dapat berkurban. Meski awalnya ragu, bisa tidak keluarga saya berkurban sebagimana tahun-tahun sebelumnya? Apalagi berkurban adalah amalan sunah yang sangat disukai nabi, sampai-sampai nabi tidak mau mengakui muslim yang mampu yang tidak mau berkurban. Mereka disuruh mau menjadi umat nasrani atau yahudi.

Faidza azzamta fatawakal alallah. Apabila kita sudah ber-azzam (berketetapan hati/bertekad) maka bertawakal kepada Allah.

Semoga bermanfaat.

kambing-qurban

Standar